Mengulas Mekanisme Kerja Sindikat Saracen Dalam Melancarkan Aksi Penyebaran Ujaran Kebencian

Mengulas Mekanisme Kerja Sindikat Saracen Dalam Melancarkan Aksi Penyebaran Ujaran Kebencian

Berita Aktual, Berita Nasional – Kini dengan sigap pihak Polri telah menetapkan tiga tersangka terkait dengan adanya kasus sindikat saracen yang diketahui telah menyebarkan ujaran kebencian atau hate-speech dan juga SARA. Mereka ternyata semua banyak menggunakan media sosial seperti misalnya Facebook sewaktu beraksi dengan ratusan ribu akun fiktif mereka.

Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri yakni Kombes Pol Awi Setiyono telah mengungkapkan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka kasus Saracen adalah salah satu bentuk propaganda yang mereka lancarkan adalah di media sosial melalui sejumlah meme yang bermuatan ujaran kebencian dan SARA. Kemudian untuk meme-meme tersebut nantinya akan disebar ke grup-grup baru yang dibuat oleh tersangka.

“Selama ini untuk pihak yang bersangkutan (tersangka sindikat saracen) juga membuat meme dan kemudian ada ujaran kebencian, sesuai trennya apa saat ini kemudian yang bersangkutan akhirnya membuat narasi-narasi yang sifatnya berupa provokasi kemudian disebarkan kepada grup mereka,” ungkap Kabag Mitra Biro Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono, sewaktu di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/08/2017).

“Misalnya, dirinya membuat meme itu ditampung di dalam satu grup, nanti mereka akan mengencarkan pembuatan lagi meme, buat grup lain lagi,” lanjutnya.

Kemudian pula untuk membuat akun-akun baru, sindikat Saracen dengan sengaja membeli SIM card dalam jumlah yang cukup banyak yang tujuannya agar memudahkan verifikasi ketika melakukan pendaftaran.

“Makanya saat digerebek juga kita temukan sim card-sim card yang banyak ya. Ada itu sampai 50 lebih. Bahkan ketuanya sendiri (JAS) ada kita jumpai juga facebooknya ada 6 kemudian akun-akun lainnya ada 11 lebih ya yang pernah dibuat,” ungkap Awi.

Selain itu, Awi juga mengatakan, para tersangka telah bekerja secara intensif dan bergantian. Walaupun masing-masing berbeda lokasi akan tetapi tetap rutin berkomunikasi melalui media sosial.

“Semua itu melalui internet tepatnya melalui dunia maya mereka berkomunikasi. Karena mereka intens, makanya ada benang merahnya. Disambungkan,” tandasnya.

Sementara itu terkait dengan adanya aliran uang yang ada dalam aksi Saracen ini, Awi mengakui pihaknya belum menemukan hasil penyidikannya hingga saat ini.

“Penyidik belum menemukan aliran uang karena memang pengakuannya selama ini adalah sistem cash. Itu perlu pembuktian. Nanti ada alat bukti lainnya,” ungkap Awi memungkas.

 

Related posts