MUI Angkat Bicara Sebut Pembubaran HTI Sudah Bulat, Masyarakat Diminta Hormati Proses Hukum

MUI Angkat Bicara Sebut Pembubaran HTI Sudah Bulat, Masyarakat Diminta Hormati Proses Hukum

Berita Aktual, Berita Nasional – Kali ini dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah angkat suara. Menurut MUI, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wajib untuk menghormati proses hukum yang berjalan saat ini dimana setelah Kementerian Hukum dan HAM resmi dalam membubarkan ormas tersebut.

Anwar Abbas yang merupakan Sekretaris Jenderal MUI mengatakan, bila saat ini pihaknya telah menghormati keputusan dari pemerintah dalam membubarkan HTI yang dinilai telah anti-Pancasila.

“Kita tentunya akan menerima sikap yang telah dilakukan oleh pemerintah, dan pastinya masyarakat dihimbau agar menghormati hukum yang ada,” ungkap Anwar di kantornya, Jakarta, pada Kamis (20/07/2017).

Selain itu Anwar juga menuturkan, apabila memang telah sesuai dengan penilaian pemerintah bahwa HTI itu memang anti-Pancasila, maka secara jelasnya MUI akan mendukung penuh.

“Nah kan memang ada yang menyatakan bahwa HTI itu dikabarkan berencana akan mengganti sistem pemerintahan negara RI dengan sistem kekhalifahan. Ya, kalau memang benar seperti itu, ya kita tentunya sangat keberatan,” dirinya menegaskan.

Menurut pendapat Anwar, NKRI sudah bulat dan tidak perlu lagi untuk diperdebatkan. Sama halnya dengan Pancasila.

“Pihak kami sudah sepakat bila masalah NKRI sudah final. Masalah falsafah bangsa, Pancasila sudah final. Jadi, bila ada pihak-pihak yang ingin mengubah NKRI, ya kita enggak akan setuju,” Anwar menegaskan.

Adapun dari pihak Kemenkumham telah resmi dalam melakukan pencabutan izin badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Rabu, 19 Juli 2017. Alasannya yang diumumkan itu adalah untuk merawat Pancasila.

Untuk surat keputusan dari pencabutan badan hukum HTI telah dilakukan berdasarkan data, fakta, dan juga koordinasi dari seluruh instansi yang dibahas dalam koordinasi Kementerian Koordinator Politik Hukum dan juga Keamanan (Kemenko Polhukam).

Saat ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga telah menegaskan, pembubaran dari HTI merupakan hasil diskusi bersama antara pemerintah dan juga masyarakat serta para ulama.

Related posts