Mulutmu Harimaumu, Alfian Tanjung Ditangkap Atas Ceramah Soal PKI di Masjid

Mulutmu Harimaumu, Alfian Tanjung Ditangkap Atas Ceramah Soal PKI di Masjid

Berita Aktual, Berita Nasional – Kata orang, berhati-hatilah terhadap segala ucapan yang dikeluarkan dari mulut. Mulutmu itu Harimaumu, dan kali ini pihak Mabes Polri telah melakukan penahanan terhadap salah satu penceramah Alfian Tanjung, pada Selasa (30/05/2017) dini hari tadi.

Adapun penahanan dari Alfian dikarenakan adanya buntut dari pelaporan terkait dengan ceramah Alfian mengenai tema PKI (Partai Komunis Indonesia) yang ada disalah satu masjid yang ada di Surabaya.

“Sejauh ini memang sudah kami lakukan penahanan,”ungkap Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, ketika dihubungi oleh awak media, pada Selasa (30/05/2017).

Selain itu Martinus menambahkan bahwa sebelum dilakukannya penahanan, Alfian Tanjung terlebih dahulu menjalani yang namanya sejumlah pemeriksaan serta proses gelar perkara. Hingga pada akhirnya pihak penyidik pun menetapkan bahwa Alfian menjadi tersangka dan kemudian langsung dilakukan penahanan.

“Awalnya kemarin itu sudah kami lakukan pemanggilan setelah itu dilanjutkan dengan adanya gelar perkara, lalu barulah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Martinus.

Alfian Tanjung bisa menjadi tersangka karena adanya pelaporan dari seorang warga yang bernama Sudjatmiko ke pihak Bareskrim Polri lantaran karena adalnya pengisian ceramah agama yang diduga berisi materi PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dilakukan di Masjid Mujahidin yang berlokasi di jalan perak barat, Surabaya, Jawa Timur.

Dengan adanya pelaporan kepada pihak polisi dengan bernomorkan LPB/451/IV/2017/UM/JATIM yang langsung ditandatangani oleh Kombes panca Putra tersebut kemudian dilakukan pengusutan oleh pihak penyidik Bareskrim dengan mendatangi Yayasan Masjid Mujahidin serta melakukan pemeriksaan kepada keempat pengurus masjid.

Adapun keempat orang yang diperiksa oleh pihak penyidik adalah Ketua Umum Yayasan Masjid Mujahidin Hasyim Yahya, Ustaz Maman Roadiawan (ketua), Ustaz Syahrul Muakaram (sekretaris), dan Sugiharto (takmir masjid).

Related posts