Pegakuan Yani Yang Mengugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar

pegakuan-yani-yang-mengugat-ibu-kandung-rp-1,8-miliar

Berita Aktual-Berita Lifestyle, Yani Suryani, 45, menuntut ibu kandungnya sendiri, Siti Rokayah dengan kata lain Amih, 85, asal Garut, Jawa Barat. Bagaimana dapat seseorang anak menuntut ibunya sendiri sebesar Rp 1, 8 miliar. Bagaimana masalah itu berlangsung.

DENY ISKANDAR, Bekasi

Yani Suryani serta suaminya, Handoyo Adianto, 47, yang tinggal di Perumahan Harapan Indah, Medansatria, Kota Bekasi.

Waktu didapati, Yani cuma berlaku umum saja berkaitan kabar berita yang menyudutkan dianya lantaran menuntut ibu kandungnya sendiri.

”Kasus tuntutan itu (pada ibunya sendiri) tak perlu dibesar-besarkan, ” jelas Yani pada wartawan di tempat tinggalnya.

Seperti di ketahui, pasangan suami itri (pasutri) Yani serta Handoyo menguggat ibu kandungnya sendiri dengan keseluruhan Rp 1, 8 miliar ke Pengadilan Negeri (PN) Garut, Jawa Barat.

Sekarang ini, tuntutan itu tengah berjalan di PN Garut dengan tuntutan perdata nomor 1/PDT. G/2017/PN GRT.

Minggu tempo hari, sidang ke enam masalah itu di gelar. Tuntutan pasutri Yani – Handoyo ke PN Garut tujukan dengan tergugat I, Siti Rokayah, serta tergugat II Asep Rohandi.

Menurut Yani, Asep Rohandi adalah kakak kandungnya.

”Sidang ini untuk memastikan hak-hak saya. Banyak yang belum tahu dengan masalah ini, ” ungkap Yani juga.

Dia juga menyanggah, bila ada yang menyampaikan orangtuanya akan dipenjara lantaran tuntutannya itu.

”Itu pembelokan kenyataan sesungguhnya. Kenyataannya yaitu permasalahan hitung-hitungan mengenai hak serta keharusan utang, ” tuturnya.

Yani lalu menceritakan ikhwal masalah tuntutan itu. Berawal pada 1998 lantas saat ibunya, Rokayah serta Asep Rohandi (kakaknya) meminjam duit pada Yani serta suaminya untuk usaha Dodol Garut.

Lantaran tidak miliki duit, Yani lalu meminjam duit ke satu diantara bank swasta. ”Awalnya, permasalahan utang, ” tuturnya.

Untuk meminjamkan duit pada ibu serta kakaknya itu, Yani serta suaminya mengakui juga dikenai bunga dengan cara komersil oleh bank.

Bukan sekedar itu, ada gagasannya dari tergugat I serta II untuk jual aset keluarga berbentuk tempat tinggal di Ciledug.

Walau sebenarnya, tempat tinggal di Ciledug itu telah diberikan pada Yani sebagai jaminan peminjaman duit ibu serta kakaknya untuk usaha Dodol Garut itu.

”Ada usaha jual tempat tinggal di Ciledug Nomor 196 yang nanti dibagi sebagai warisan. Saat itu, ada undangan pembagian warisan. Pastinya kami kecewa, ” katanya.

Karena tempat tinggal Ciledug 196 punya ibunya itu sudah jadi jaminan peminjaman duit.

”Rumah itu benar-benar punya ibu (Siti Rokayah, Red) baik dengan cara de facto ataupun de jure. Jadi tempat tinggal tak dapat dibagi sebagai wariskan lantaran ibu masihlah sehat (belum wafat), ” tuturnya.

Yani juga menyatakan, tuntutan ke PN Garut adalah pilihan terakhirnya.

”Kami telah coba mencari jalan keluar yang simpel, namun alami jalan buntu. Ada beberapa hal atau momen yg tidak disadari oleh saudara kami dalam soal ini hingga kami memerlukan pembuktian, ” cetusnya.

Menurut Yani lagi, waktu bakal menuntut dia berbarengan kuasa hukumnya mengkalkulasi tuntutan yang terbagi dalam kerugian materil Rp 640 juta serta kerugian imateril Rp 1, 2 miliar.

”Nilai itu setara dengan harga tempat tinggal yang ditanggungkan di lokasi Ciledug itu. Saat pinjam duit harga emas Rp 50 ribu satu gr. Bila dihitung bunganya jumlahnya segitu, ” ucapnya juga.

Sesungguhnya, kata Yani juga, dia berbarengan suaminya begitu sayang pada Rokayah.

Cuma saja, menurutnya juga, di sekitar ibu kandungnya itu ada saudara-saudarannya yang cuma menginginkan memperoleh harta Rokayah.

Disamping itu, suami Yani, Handoya menyampaikan begitu prihatin dengan kabar berita di mass media berkaitan masalah yang dirasakannya itu.

”Kami begitu prihatin dengan kabar berita ibu di tv seakan-akan, ibu bertemu dengan kami di pengadilan. Walau sebenarnya itu permasalahan pembuktian utang, ” tandasnya.

Terkecuali memetik simpati umum, masalah Rokayah itu juga memperoleh support Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi.

Dalam beberapa wawancara dengan mass media, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu mengakui bakal memediasi Rokayah dengan anaknya dapat islah serta masalah tuntutan anak pada ibunya itu dapat dikerjakan dengan baik.

Tetapi di dalam jalan, usaha yang dirintis ibu kandung serta kakaknya bangkrut.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat

Related posts