Pemerintah Telah Mengantongi Dalang Kerusuhan 22 Mei

Pemerintah Telah Mengantongi Dalang Kerusuhan 22 Mei

Berita Aktual, Berita Nasional – Kerusuhan yang terjadi di Jakarta akhir akhir ini sangat meresahkan sebagian masyarakat Indonesia. Tindakan yang hampir serupa dengan kejadian ’98 lalu kini terulang kembali dalam skala yang lebih kecil. Demonstrasi anarkis yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang terjadi saat ini merupakan sebuah skenario yang diciptakan hanya untuk kepentingan oknum yang haus akan kekuasaan.

Menurut Menko Pulhukam, Wiranto menyebutkan pemerintah telah mengantongi dalang utama dalam kerusuhan 22 Mei. Namun, saat ini pemerintah akan melakukan investigasi lebih dalam mengenai sejumlah aksi.

“Saya kira sepakat negara tidak boleh kalah dengan aksi – aksi jahat seperti ini. Negara harus selalu dilindungi segenap bangsa warga negara tumpah darah Indonesia. Karena itu, kita sebenarnya dari hasil- hasil investigasi saat ini sudah mengetahui dalang aksi tersebut dan aparat hukum dengan segala kekuatan akan bertindak tegas secara hukum”, tegas Wiranto.

Kebebasan mengemukakan pendapat di hadapan umum merupakan salah satu bentuk demokrasi. Namun, sayangnya ada pihak yang memanfaatkan demokrasi demi kepentingannya. Kasus yang terjadi akhir akhir ini memang dikaitkan dengan salah satu partai elite di Indonesia. Keterlibatan salah satu partai politik elite ini dikaitkan dengan keterangan Kadiv Humas Mabes Polri perihal temuan mobil ambulans parpol yang berisi batu dan alat alat untuk pendemo.

Perihal tersebut, waketum partai tersebut mengkonfirmasikan bahwa tidak ada mobilisasi terhadap massa aksi. Dan Menurutnya para pendemo datang dengan biaya sendiri. “Ini kan tidak dimobilisasi, mereka datang dari mana-mana. Tidak ada pengarahan dalam arti mereka dibiayai dan difasilitasi dan sebagainya. Mereka merasa terpanggil karena ini menyangkut masa depan bangsa. Mereka memprotes kecurangan-kecurangan yang ada, dan itu dijamin oleh konsitusi kita”. Sebutnya.

Namun, pernyataan pernyataan diatas bertentangan dengan yang terjadi. Tidak hanya mobil ambulan yang berlogo-kan parpol tersebut mengangkut batu dan perlatan pendemo, bahkan juga ditemukan amplop yang berisi uang yang totalnya Rp 6 Juta dan sebagian massa yang terlibat dalam kericuhan mengaku dibayar.

Related posts