Perbedaan Kunjungan Raja Faisal Dengan Raja Salman

perbedaan-kunjungan-raja-faisal-dengan-raja-salman

Berita Aktual, Berita Lifestyle Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia mencatatkan histori baru. Kali paling akhir Raja Arab Saudi bertandang ke Indonesia yaitu 47 tahun. lantas atau bebrapa saat awal Presiden Soeharto berkuasa.

Raja Arab, Faisal bin Abdulaziz Al Saud bertandang ke Indonesia pada Rabu, 10 Juni 1970. Berdasar pada info buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973 yang diambil laman itu, kehadiran Raja Faisal disambut oleh Presiden Soeharto serta Ibu Tien.

Presiden Soeharto mengajak Raja Faisal ke ruang kepresidenan serta keduanya duduk berdampingan di satu kursi panjang. Dalam ruang itu ada Ibu Tien, Menteri Luar Negeri, Adam Malik, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, H. Aminudin Aziz, Menteri Bagian Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Idham Chalid, serta rombongan Raja Faisal.

Malam harinya, Istana mengadakan jamuan makan malam serta di isi pidato dari Presiden Soeharto. Presiden ke-2 Republik Indonesia itu menyatakan kembali support Pemerintah Indonesia dalam usaha melawan agresi Israel ke negara-negara Timur Tengah.

Soeharto menerangkan satu diantara bentuk riil support Indonesia untuk Arab Saudi yaitu dorongan supaya resolusi Dewan Keamanan PBB 1967 dapat dikerjakan seutuhnya. Tidak cuma itu, Soeharto juga mensupport hasil Konferensi Jeddah tentang penyelesaian krisis Timur Tengah.

Presiden Soeharto tidak lupa memberi cinderamata untuk Raja Faisal berbentuk sebilah keris serta macan yang diawetkan. Pemberian itu dibalas oleh sang raja dengan pedang Arab yang telah disepuh emas.

Pada hari ke-2 kunjungan, Raja Faisal serta Presiden Soeharto lakukan perundingan tentang kerja sama dua negara. Dari buku yang ditulis oleh Tim Dokumentasi Presiden RI itu, tersingkap perundingan di gelar di Istana Merdeka serta berjalan sepanjang satu 1/2 jam. Terkecuali mengulas usaha penyelesaian krisis Timur Tengah, perundingan juga mengulas kerja sama ekonomi. Ke-2 pemimpin negara itu setuju diskusi selanjutnya tentang kerja sama ekonomi dikerjakan oleh menteri perdagangan ke-2 negara.

Berselang 47 tahun. lalu, Raja Salman datang ke Indonesia dengan konsentrasi yang diperkirakan tidak sama. Kerajaan Arab Saudi saat ini diprediksikan bakal membawa misi besar dalam kunjungannya ke beberapa negara di Asia seperti Indonesia, Malaysia, China, serta Jepang, Maret ini. Salah nya ialah tawarkan saham perusahaan migas Saudi Aramco yang bakal dilepaskan pada 2018.

Walau tujuan paling utama penjualan saham itu yaitu China, hal semacam itu dinilai sebagai sisi kiat global Arab Saudi berkompetisi dengan Rusia sebagai pemasok minyak paling besar ke China. Terlebih, kebijakan Amerika Serikat (AS) yang punya potensi beralih dibawah Donald Trump serta condong bersahabat dengan Rusia.

Di Indonesia, Raja Salman akan resmikan kerja sama pada Saudi Aramco serta PT Pertamina (Persero) sejumlah US$6 miliar untuk ekspansi kilang di Cilacap. Diluar itu, adapula proyek daya lain sejumlah US$1 miliar. Bahkan juga Kepala BKPM Thomas Lembong merencanakan tawarkan beberapa proyek di beberapa bidang dengan nilai investasi minimum Rp10 triliun.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts