Perkembangan Jumlah Mobil Bukan Pemicu Kemacetan

perkembangan-jumlah-mobil-bukan-pemicu-kemacetan

Berita Aktual, Berita Otomotif – Jutaan mobil anyar sudah beredar di jalanan Indonesia. Bahkan, di tahun lalu, sedikitnya 1, 06 juta unit mobil baru sudah dijual para distributor dan agen pemegang brand.

Alhasil, tidak sedikit yang menyalahkan para pelaku industri otomotif lantaran menjajakan produk yang dijual.

Akan tetapi hal itu rupanya ditanggapi dingin Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara. Menurut dia, kemacetan bukan dikarenakan jumlah mobil.

“Kenapa? Dikarenakan tak seimbang dengan perkembangan jalan. Perkembangan otomotif rata-rata tumbuh bisa 90 % dalam 10 tahun, tetapi jalannya hanya nambah 0, 01 %, ” ujar Kukuh.

Meskipun demikian, Kukuh mengatakan, sekarang ini gagasan pemerintah dalam membangun infrastruktur terutama jalan raya cukup diapresiasi. Cuma saja, sekarang ini belum optimal.

“Makanya saat ini dikebut pembangunan jalan dimana-mana. Tetapi, begitu jalan jadi, kasusnya Brexit (exit tol Brebes) kan (macet). Lantaran belum merata, ” ungkap Kukuh.

Apabila jalanan sudah ditambah, sudah pasti, banyak hal yang dapat didistribusikan. Termasuk pembangunan tol melintasi laut. Tidak cuma infrastruktur jalan raya yang dibenahi, akan tetapi juga sarana transportasi lain, seperti kereta dan pesawat.

Kukuh menguraikan, potensi pasar otomotif nasional dengan jumlah masyarakat sebanyak 250 juta jiwa, belum sepadan dengan kepemilikan kendaraan per 1. 000 orang (car density) yang tergolong masih rendah.

“Thailand itu memiliki rasio kepemilikan kendaraan 232 per 1. 000 orang, Malaysia 405 per 1. 000 orang, sedangkan Indonesia masih 83 per 1. 000 orang, ” tuturnya.

Semoga berita ini bermanfaat bagi kita semua. (#By : Shinigami )

Related posts