Proyek Gagal Dua Motor Bebek Bertransmisi Matik

proyek-gagal-dua-motor-bebek-bertransmisi-matik

Berita Aktual, Berita Otomotif Bila kita mengacu pada kelompok yang di buat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), motor bebek serta matik terang terpisah. Tetapi pernah, disuatu saat, ada motor bebek namun transmisinya matik.

Ya, kita tengah mengulas dua jenis keluaran Honda serta Yamaha bernama Lexam serta Revo AT. Pada umumnya, langkah kerja mesin sampai bisa menggerakkan roda sama seperti motor matik biasanya, tidak lagi memakai system perpindahan gigi.

Tetapi demikian, dengan cara penampilan motor ini beberapa terang mengambil bentuk bebek. Desainnya dikira lebih andal menembus beragam medan daripada motor matik.

Sayangnya, nyatanya motor ini kurang di terima pasar. Dapat dibuktikan, keduanya cuma bertahan sepanjang satu tahun lebih, dengan angka penjualan yang tidak dapat disebut baik. Penjualan yang minim senantiasa jadi argumen pabrikan apa pun hentikan produksi.

– Honda Revo AT

Dari dua motor bebek-matik itu, yang pertama kalinya di luncurkan ke umum yaitu Honda Revo AT. PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkannya di Jakarta, pada 20 Juli 2010. Motor ini pertama kalinya meluncur di Thailand, pertengahan 2009.

Menurut laman Honda Cengkareng, Revo AT yaitu motor bebek pertama di Indonesia yang memakai tehnologi CV-matik. Waktu itu, motor ini di tawarkan dalam tiga pilihan warna, black, red, serta violet, dengan gabungan warna hitam.

Revo Techno AT menggendong mesin 110 cc, yang diperlengkapi dengan system pendingin ganda. Seperti motor-motor terbaru, Revo AT waktu itu telah diperlengkapi dengan system injeksi, dan catalytic converter hingga melakukan perbaikan emisi gas buang. Mengkonsumsi bahan bakarnya diklaim meraih 57, 3 km./liter.

Waktu itu, AHM tawarkan Revo AT dengan harga Rp 15, 8 juta on the road Jakarta. Tujuan jualannya meraih 3. 000 unit per bln., yang, seperti kita ketahui, tidak terwujud. Motor ini tidak lagi di produksi per 2013.

– Yamaha Lexam

Yamaha memperkirakan Revo AT di terima pasar, karenanya mereka mengikutinya dengan meluncurkan motor bernama Yamaha Lexam di Jakarta, 20 Februari 2011.

Yamaha menamakan tehnologi bebek-matiknya dengan tehnologi YCAT atau Yamaha Compact Automatic Transmission. V-belt yang digunakan lebih pendek di banding matik biasanya, begitu dengan cara teori tanggapan motor ini tambah baik.

Transmisi ini temani mesin 113, 7 cc bertenaga 8, 7 Tk pada 8. 000 rpm serta torsi 8, 73 Nm pada 7. 000 rpm. Dengan cara penampilan, sepintas, motor ini serupa Jupiter Z karbu serta Jupiter MX 135, dengan system starter elektrik serta kick.

Dengan semuanya yang dipunyainya itu, Yamaha Lexam di bandrol dengan harga Rp 16, 4 juta. Cukup kompetitif di banding Revo AT. Tetapi waktu itu tujuan Yamaha lebih kecil daripada Honda, cuma pada 1. 500 hingga 2. 000 unit saja.

Sayang, harga yang kompetitif dan design yang ciamik, tidak juga bikin motor ini laku. Terdaftar, pada April 2013 motor ini tidak lagi di produksi Yamaha. Lexam paling akhir yang di buat juga cuma sejumlah lima unit saja.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts