Proyek Sangkuriang Pilkada Ulang Yang Tidak Tahu Siapa Menang

proyek-sangkuriang-pilkada-ulang-yang-tidak-tahu-siapa-menang

Berita Aktual, Berita Nasional Sangkuriang mesti bikin perahu serta telaga atas keinginan Dayang Sumbi kurun waktu satu malam. Seperti tersebut persiapan pencoblosan lagi Pilkada serentak 2017 di beberapa daerah.

Pilkada lagi di gelar Komisi Penentuan Umum (KPU) lantaran beberapa pelanggaran berlangsung di sebagian TPS. Terlebih di Jakarta serta Banten. Di Jakarta, pengambilan suara lagi di gelar di TPS 01 Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, serta TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan. Sedang di Banten, Pilkada lagi dihelat di 15 TPS Desa Babakan Asem Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Panitia pencoblosan lagi rupanya tak mempunyai banyak saat untuk mempersiapkan semua sesuatunya. Mereka cuma mempunyai saat satu malam.

Ketua Grup Panitia Pemungutan Nada (KPPS) 4 Awaludi Yamin menerangkan, pihaknya didatangi KPU, Panwaslu serta kepolisian pada Sabtu sore, 18 Februari 2017. Mereka memberitahu bakal ada Pemungutan Nada Lagi (PSU) di TPS 29 ini.

Waktu pemberitahuan, survey tempat serta penyiapan logistik segera dikerjakan. Panwas mulai menulis satu per satu nama warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetaplah. Sedang KPPS bikin form C-6 pada warga.

” Mulai menulis dari habis Maghrib, kita dibantu Panwas untuk menulis. Sesudah Isya, segera kita berikan ke warga, ” kata Awaludin di tempat.

Di segi lain, panitia mempersiapkan tempat TPS yang telah disetujui. Tenda segera di bangun, kursi serta meja disusun rapi, sampai dekorasi simpel memiliki nuansa merah putih.

” Kita berikan C-6 hingga jam 12 malam. Beberapa lagi bantu bangun tenda, ” tambah dia.

Selang beberapa saat, kotak nada berbarengan surat nada tiba di TPS. Warga dibantu kepolisian ikut melindungi sampai pagi hari.

Awal menerangkan, sampai pagi hari masihlah terdapat banyak C-6 yang belum diberikan pada warga. Warga ini adalah warga kompleks perumahan yang tempatnya agak jauh dari tempat TPS.

Pagi harinya, warga yang tinggal di kompleks tetaplah di beri tahu ada Pemungutan Nada Lagi. Mereka dipersilakan datang segera ke TPS.

” C-6 mereka ada di saya. Mereka saya kumpulkan di depan TPS, baru saya berikanlah disini, ” tambah dia.

Walau cuma semalam, warga nampaknya begitu ketertarikan menyalurkan suaranya pada Pilkada DKI 2017. Terlihat dari keadaan TPS yang senantiasa didatangani warga sampai TPS ditutup pada jam 13. 00 WIB.

Ratusan Suara Melayang

Akibat Pilkada lagi ditangani seperti proyek Sangkuriang, beberapa ratus nada juga melayang. Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Republik Indonesia, Hadar Nafis Gumay tidak menolak turunnya partisipasi pemilih pada Pemungutan Nada Lagi (PSU) Pilkada DKI 2017 di dua lokasi Jakarta.

Di Tempat Pemungutan Nada (TPS) 001, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat misalnya. Menurut Hadar, partisipasi pemilih turun begitu mencolok. Dari 601 Daftar Pemilih Tetaplah (DPT) yang ada, cuma 257 yang memberi hak pilihnya waktu pencoblosan lagi di gelar.

Walau sebenarnya, sebelumya, pada proses Pilkada DKI 2017, Rabu, 15 Februari 2017, sejumlah 442 pemilih yang memberi hak suaranya.

” Jadi pada akhirnya yang saat itu terdaftar 73, 54 % sekaran hanya 42, 76 %. Jadi saat itu 442 orang dari 601, saat ini hanya 257, ” tutur Hadar selesai melihat Pemungutan Nada Lagi di TPS 001, Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Partisipasi yang alami penurunan ini, juga merubah perolehan nada pasangan calon. Di TPS ini, lanjut Hadar, pada penentuan pertama, pasangan Ahok-Djarot unggul, sesaat di waktu PSU, pasangan Anies-Sandi jadi yang memiliki nada paling banyak.

” Itu umum berlangsung di mana-mana, saya tidak paham. Kalau itu dapat berlangsung? Ya, serta nyatanya itu berlangsung. Namun ini saya sangka suatu hal yang perlu kita terima, ” jelas Hadar.

Tidak sama dengan TPS 001 Utan Panjang, di TPS 29 Kalibata, Hadar menyebutkan partisipasi pemilih tak turun sangat jauh. Dia menyampaikan penurunan partisipasi pemilih di TPS 29 ini cuma 9 %.

” Dari saat itu (penentuan awal) DPT 512, yang ada 456. Saat ini yang ada 412. Persentasenya 89, 1 % alami penurunan jadi 80, 4 %, ” jelas dia.

Hadar mengimbau beberapa pasangan calon, supaya terima semuanya hasil PSU. Pasalnya, semuanya kebijakan PSU Pilkada DKI 2017 telah lewat kajian, temuan lapangan, serta referensi dari Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu).

” Sekali lagi ini hasil yang perlu kita terima. Apapun akhirnya, ” tandas Hadar.

Hal seirama juga di sampaikan Ketua Komisi Penentuan Umum (KPU) Propinsi DKI Jakarta, Sumarno. Menurutnya, proses PSU Pilkada DKI 2017 yang mendadak bikin partisipasi pemilih alami penurunan.

” Ya memanglah itu resiko dari Pemungutan Nada Lagi, dikhawahtirkan seperti itu, berkurangnya partisipasi pemilih. Dibanding dengan pengambilan suara yang sesungguhnya, ” kata Sumarno.

Begitu, pihaknya telah mengemukakan keberatan supaya peristiwa sama tidak terulang lagi. Pasalnya, referensi yang mendadak dapat bikin tingkat partisipasi orang-orang alami penurunan dalam PSU Pilkada DKI 2017 ini.

” Saya kritik pada Bawaslu, referensi yang mendadak itu mengakibatkan petugas tidak dapat optimal dalam mempersiapkannya. Tidak mungkin, tadi malam masihlah menulis surat undangan C6 serta baru menebarkannya. Jadi warga juga terima mendadak, ” pungkas Sumarno.

Siapa Menang?

Hasil pencoblosan lagi di dua TPS di Jakarta, pasangan nomer urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul. Di Tempat Pemungutan Nada (TPS) 001, Utan Panjang, Kemayoran, Pasangan Anies-Sandi peroleh 134 nada dari 252 surat nada sah, lantas posisi ke-2 didapat pasangan Ahok-Djarot dengan 103 nada, serta pasangan Agus-Silvy peroleh 15 nada.

Di TPS ini, tercatat 601 DPT. Pada penentuan 15 Februari 2017, sejumlah 442 warga yang tercatat di DPT memberi hak nada mereka. Sesaat di PSU, cuma 257 warga yang memberi hak pilihnya. Dari 257 nada itu, 5 salah satunya dinyatakan tidak sah.

Di TPS 29 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Anies-Sandiaga kembali menang. Hasil penghitungan nada tunjukkan, Anies-Sandi mencapai 385 nada. Sedang paslon petahanan nomer urut 2 Ahok-Djarot 19 nada, sesaat paslon nomer urut 1 Agus-Sylvi 7 nada. Hasil ini alami pergantian apabila dibanding dengan Pilkada DKI 2017 15 Februari tempo hari.

Berdasar pada catatan di TPS 29, Anies-Sandi menang dengan perolehan 345 nada pada 15 Februari lantas. Artinya, nada Anies bertambah 40 nada pada penentuan lagi ini.

Sedang Ahok yang awal mulanya ada di posisi ketiga dengan 29 nada saat ini ada di posisi ke-2. Namun pasangan nomer urut 2 ini mesti ikhlas kehilangan 10 nada.

Yang paling mencolok, Agus yang awal mulanya ada di posisi ke-2 dengan 77 nada saat ini kehilangan nyaris semua suaranya. Pada pengambilan suara lagi, Agus cuma memperoleh tujuh nada.

Ketertarikan warga yang ada pada Pilkada 15 Februari dengan pengambilan suara lagi hari ini dapat tidak sama. DPT di TPS 29 meraih 491 orang ditambah 21 DPT penambahan hingga keseluruhan 512 orang.

Pada Pilkada 15 Februari, petugas terima 504 Surat nada. Surat nada terpakai 456, dengan nada tak sah meraih 5 nada. Artinya ada 48 surat nada yg tidak terpakai. Sedang pada pengambilan suara lagi yang dimenangkan Anies-Sandi di TPS 29 Kalibata itu, terima 525 Surat nada, 1 surat nada rusak, 112 Surat nada tidak terpakai, serta 412 surat nada terpakai. Kesempatan ini nada tak sah cuma ada satu nada.

Disamping itu, hasil pengambilan suara lagi Pilkada Banten 2017 di 15 TPS Desa Babakan Asem Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dimenangkan pasangan calon (paslon) nomer urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy atau WH-Andhika. Sesaat pasangan nomer 2 dua Rano Karno-Embay Mulya Syarif atau Rano-Embay, kalah dengan cuma sedikit selisih nada.

Seperti di TPS 3, pasangan nomer urut 1 peroleh 204 nada, sedang pasangan nomer urut 2 Rano-Embay peroleh 133 nada, sesaat nada tak sah sejumlah 3, dari jumlah DPT 550 orang.

Untuk TPS 4, dari jumlah DPT sejumlah 696 orang, yang datang ke TPS memakai hak suaranya pada hari ini sejumlah 372 orang. Pasangan nomer 1 peroleh 243 nada, sesaat nomer 2 peroleh 128 nada.

Lantas berdasar pada data dari 15 TPS Pilkada Banten 2017, keseluruhan nada yang didapat pasangan nomer urut 1 sebesar 2. 362 nada serta pasangan nomer urut 2 sebesar 1. 965 atau selisih 397 nada saja.

Hasil nada ini sesungguhnya tidak jauh tidak sama dengan Pilkada Banten 2017 pada Rabu 15 Februari 2017 tempo hari yang memenangkan Wahidin Halim-Andika Azrumi. Yaitu pasangan nomer 1 peroleh 2. 058 nada, sesaat pasangan nomer 2 peroleh 1. 756 nada atau selisih 298 nada.

Menyikapi hasil itu, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Ahmad Subagja menyampaikan, PSU ini dikerjakan atas referensi Panwaslu yang menindaklanjuti laporan pembukaan kotak nada tanpa ada saksi.

” Ini sisi dari demokrasi serta kita kerjakan sesuai sama referensi Panwaslu. Berdasar pada pantauan kami, PSU jalan kondusif serta aman, ” tegas dia.

Menurut Ahmad, hasil PSU ini bakal segera dibawa ke desa. Peluang besok bakal dikerjakan penghitungan di kecamatan.

” Besok segera dihitung, lantaran hanya Kecamatan Teluknaga yang belum penghitungan nada (Pilkada Banten 2017), ” kata dia.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts