Saksi Ahli Bahasa Untuk Membela Buni Yani Diusir Oleh Majelis Hakim Dari Ruang Sidang

Saksi Ahli Bahasa Untuk Membela Buni Yani Diusir Oleh Majelis Hakim Dari Ruang Sidang

Berita Aktual, Berita Nasional – Pihak Majelis Hakim yang memimpin sidang pada kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang mana dengan terdakwa Buni Yani meminta supaya saksi ahli bahasa forensik dan juga linguistik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yakni Andika untuk tidak memberikan kesaksian dalam sidang. Hal ini dilakukan sebelum saksi melampirkan surat izin dari lembaga pendidikan tempat dirinya bekerja.

“Bukannya kami menolak akan pembelaan yang ada, namun akan tetapi kehadiran dari saudara tentunya harus dilengkapi dengan surat tugas,” ungkap ketua majelis hakim yaitu M Saptono sewaktu dalam sidang yang digelar di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, pada Selasa (05/09/2017).

Saat itu pihak hakim menilai bila yang namanya sebagai seorang akademisi yang berstatus sebagai pegawai negeri, pastinyaAndika harus bisa mengikuti prosedur yang ada.

“Sebagai seorang PNS dalam jam kerja ini harus dilengkapi dengan surat tugas,” tandasnya.

Pengacara Buni Yani yakni Aldwin Rahadian, kemudian langsung merespons pernyataan majelis hakim. Menurut dirinya, saksi Andika seharusnya dapat diberi toleransi karena sudah beberapa kali dalam memberikan kesaksian sebagai ahli.

“Untuk ahli yang ada ini bukan satu atau dua kali, beliau kan juga sudah pernah menyampaikan kesaksian juga (sebelumnya),” ungkapnya.

Walaupun demikian, majelis hakim tetap ngotot meminta agar saksi dapat terlebih dahulu dalam melengkapi surat izin dari kampus UPI agar dapat memberikan kesaksian.

Selepas itu Andika kemudian diminta untuk langsung dalam meninggalkan ruang sidang terlebih dahulu. Setelah itu sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi ahli pidana, yakni dr Mudzakir.

Aldwin juga berkilah, bila surat izin dari kampus UPI tempat Andika bekerja sudah dibuat sebelummnya. Namun perihal mengenai surat izin tersebut akan datang secara terpisah.

“Jadi bukannya dia ditolak nanti dia masuk lagi. Soalnya izin dari kampus sedang dalam perjalanan. Sehingga saksi diganti dulu bukannya ditolak. Sehingga ini masih soal administrasi saja, karena surat dalam perjalanan dan tidak berbarengan,” tandasnya

Related posts