Siapkan Angkutan Pengganti, Dishub Resmikan Kebijakan Larangan Operasional Bemo di Jakarta

Siapkan Angkutan Pengganti, Dishub Resmikan Kebijakan Larangan Operasional Bemo di Jakarta

Berita Aktual, Berita Nasional – Berita terbaru kini datang dari Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yaitu Sigit Wijatmoko, dimana dirinya telah meresmikan kebijakan larangan atas operasional angkutan bemo di Jakarta. Adapun larangan tersebut berdasarkan kesepakatan antara sopir dan Dinas Perhubungan.

“Kami sebenarnya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dengan pihak pengurus, terakhir itu tanggal 30 Mei 2017,” ucap Sigit ketika dikonfirmasi di Jakarta, pada Jumat (16/06/2017).

Nantinya, pihak Dishub akan berencana dalam meremajakan kembali angkutan roda tiga tersebut menjadi Angkutan Pengganti Bemo (APB) yang lebih ramah lingkungan.

“Pokoknya nanti kedepannya akan kita akan kembalikan definisinya sebagai definisi angkutan lingkungan,” ujar Sigit.

Selain itu Sigit juga mengatakan bahwa, Dishub akan berusaha menjembatani agar pihak sopir bisa beralih dengan transportasi lain dan akan berupaya agar pembayaran uang muka pembelian angkutan pengganti bemo bisa jauh lebih ringan.

Diawal sebenarnya permintaan uang muka yang diberikan Rp 15 juta sehingga akhirnya diputuskan hanya menjadi Rp 5 juta.

“Dan yang terakhir ini telah disepakati bahwa untuk uang muka APB hanya Rp 5 juta. Bemo lama akan dijual dan dihargai Rp 2,5 juta. Selanjutnya untuk investasi bagi siapa yang berminat. Tentunya akan dibantu oleh Dinas Perhubungan bisa ke hotel atau restoran jadi properti, biar bisa buat film, sinetron, dan ornamen kota,” ujar dia.

Sigit juga menambahkan bila seharusnya per 6 Juni 2017 yang lalu sudah merupakan batas akhir dari bemo beroperasional. Hal tersebut sudah masuk didalam kebijakan yang berdasarkan Surat Edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 84 Tahun 2017 yang telah melarang bemo untuk beroperasi.

“Sudah tuh ada dikeluarkan Instruksi dari Gubernur Nomor 33 Tahun 1996. Tapi ya sekarang penghapusannya masih belum dan enggak selesai-selesai,” ungkap Sigit.

Related posts