Skenario Pilkada DKI 2017 Putaran Dua

skenario-pilkada-dki-2017-putaran-dua

Berita Aktual, Berita Lifestyle Prasyarat pemenang Pilkada DKI 2017 mesti memperoleh nada 50 % plus satu. Bila di putaran pertama tidak ada yang memperoleh nada 50 % plus satu, jadi Pilkada DKI 2017 di gelar dua putaran.

Hasil quick count Pilkada DKI 2017 sesudah pencoblosan pada Rabu 15 Februari 2017, tak ada pasangan calon yang memperoleh nada 50 % plus satu.

Quick count Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan keseluruhan nada masuk 100% tunjukkan pasangan calon nomer 1 Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni memperoleh 16, 7% nada.

Pasangan calon nomer urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok – Djarot Saiful Hidayat memperoleh 43, 2% nada. Pasangan calon nomer urut 3 Anies Baswedan – Sandiaga Uno mencapai 40, 1% nada.

Lantaran tak ada yang memperoleh nada 50 % plus satu, jadi Pilkada DKI 2017 bakal di gelar dua putaran dengan cuma memasukkan dua pasangan calon yang mencapai nada paling tinggi. Keduanya yaitu Ahok – Djarot serta Anies – Sandiaga.

Ketua Komisi Penentuan Umum (KPU) DKI Jakarta, Sumarno memaparkan skenario bila Pilkada bakal dikerjakan dua putaran. Bila itu yang berlangsung jadi putaran ke-2 bakal dikerjakan pada bulan April 2017.

Namun, proses putaran ke-2 baru bakal dikerjakan selesai menanti hasil Pilkada tanggal 15 Februari.

“Jika pada Pilkada 15 Februari yang akan datang tak ada calon memperoleh nada 50 % lebih, jadi bakal dikerjakan putara ke-2 pada (bulan.) April 2017, ” tutur Sumarno di Makodam Jaya, Jalan Mayjend Sutoyo, Jakarta Timur, Senin, 13 Februari.

Putaran ke-2 kelak cuma diikuti oleh dua pasangan calon yang memperoleh nada paling banyak dalam perolehan nada 15 Februari yang akan datang.

“Jadi, cuma urutan satu serta dua yang peroleh nada paling banyak yang turut dalam putaran ke-2, ” kata dia.

Proses putaran ke-2 masihlah belum di pastikan bila nanti ada satu diantara pasangan calon gubernur serta wakil gubernur yang ajukan tuntutan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau ada hal yang disengketakan oleh paslon berkaitan hasil pengambilan suara dapat dikerjakan tuntutan ke MK paling lama tiga hari sesudah penetapan hasil penghitungan nada oleh KPU. Bila ada paslon yang ajukan tuntutan di MK, tetapi putaran ke-2 tetaplah di gelar, jadi putaran itu bakal dikerjakan pada Juni 2017, ” papar Sumarno yang menyebutkan bila tak ada tuntutan, jadi putaran ke-2 dapat berjalan pada 19 April 2017.

Putaran ke-2 juga akan tidak berlangsung bila satu diantara pasangan cagub serta cawagub memperoleh nada kian lebih 50 %.

“Jika satu diantara calon peroleh nada kian lebih 50 %, jadi mereka diputuskan sebagai gubernur serta wakil gubernur dipilih. Namun, bila tak ada calon yang kian lebih 50 % jadi KPU DKI bakal mengambil keputusan ada putaran ke-2 yang diikuti oleh paslon peraih nada paling banyak pertama serta ke-2, ” kata Sumarno menerangkan.

Tahapan rekapitulasi suara

Sesaat, penghitungan nada dikerjakan selesai pengambilan suara usai dikerjakan. Pembungutan nada dikerjakan pada tanggal 15 Februari diawali jam 08 : 00 – 13 : 00 WIB.

“Penghitungan nada dikerjakan sesudah jam 13 : 00 WIB, lalu bakal dicatat serta diadministrasikan kedalam sertifikat penghitungan nada namanya form C1. Terkecuali sertifikat serta semua bakal diberikan saksi paslon, sebagian pengawas TPS, Bawaslu, serta bakal ditempelkan serta bakal diantar ke Kecamatan, ” papar Sumarno.

Sesaat, penghitungan nada di tingkat Kecamatan bakal dikerjakan sepanjang satu minggu mulai tanggal 6-22 Februari.

“Tidak ada rekap di tingkat Kelurahan. Lalu, di tingkat kota (penghitungan) dikerjakan pada tanggal 22-25 Februari serta 25-27 Februari. Kemudian KPU DKI bakal mengambil keputusan hasil perolehan nada dari Pilkada, ” tutur Sumarno menerangkan

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts