Tetapkan Kenaikan UMP DKI 2018 Sebesar Rp 3,6 Juta, Partai Gerindra Kecewa Dengan Kebijakan Anies- Sandi

Tetapkan Kenaikan UMP DKI 2018 Sebesar Rp 3,6 Juta, Partai Gerindra Kecewa Dengan Kebijakan Anies- Sandi

Berita Aktual, Berita Nasional – Arief Poyuono yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra saat ini menyebutkan bila para kaum buruh merasa sangat kecewa dengan adanya kebijakan yang telah ditetapkan oleh Gubernur dan juga Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Adapun hal ini berkaitan dengan adanya penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2018 yang baru saja belakangan ini ditetapkan. menurut para kaum buruh mereka merasa tertipu dengan adanya sikap dari kepemimpinan Anies-Sandiaga.

“Ya, benar para kaum buruh merasa kecewa berat dan bukanya hanya itu saja, mereka merasa ditipu oleh Anies-Sandi, yang mana sebelumnya menetapkan UMP DKI Jakarta mengunakan PP 78 Tahun 2015,” terang Arief sewaktu dikonfirmasi, di Jakarta, pada Kamis (02/11/2017).

Padahal, menurut Arief, sewaktu menjalankan kampanye, pasangan tersebut banyak mendapatkan dukungan dari kaum buruh Jakarta, khususnya ketika menandatangani kontrak politik dengan kaum buruh, ada klausul yang memang telah disepakati dan juga telah disetujui oleh Anies-Sandi untuk tidak lagi menggunakan PP 78 Tahun 2015 sebagai dasar penetapan dari UMP DKI Jakarta.

Kemudian daripada itu, Arief juga menuturkan, bila Partai Gerindra akan secara langsung menanyakan kepada Anies-Sandi, mengenai alasan sampai harus mengabaikan kontrak politik yang sudah disepakati tersebut.

“Tolong Anies-Sandi harus komit dengan janjinya pada kaum buruh. Apabila tidak komit, jangan harap akan tidur nyenyak dengan perlawanan dari kaum buruh,” ucap Arief mengingatkan.

Selain itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies -Sandi juga telah sebelumnnya menetapkan dan mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3.648,035 pada Rabu (01/11/2017).

“Dengan adanya besar kenaikan UMP menjadi 8,71 persen, tentunya akan kita tetapkan pada tahun 2018 Rp 3.648,035,” papar Anies sewaktu di Balai Kota Jakarta.

Menurut Anies, adapun keputusan tersebut diambil setelah dilakukannya perhitungan ulang yang mana telah mempertimbangkan dua pihak, yaitu diantaranya pengusaha dan juga para kaum buruh.

Selain itu, Anies juga menyebutkan tentunya akan membutuhkan waktu yang panjang dalam menetapkan angka UMP DKI. Namun, proses tersebut akhirnya dapat diatasi oleh Sandiaga.

“Selain itu, tidak sesederhana itu, kemudian akan ada negosiasi panjang. Wagub banyak memiliki pengalaman hingga proses itu menjadi lancar,” terang dirinya.

Seiring dengan adnaya kenaikan UMP DKI 2018, tentunya juga akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Hal ini akan memberikan stimulasi di tengah ekonomi yang saat ini tengah lesu, papar Anies menerangkan.

Related posts