Tidak Puas, Pasutri Yang Menggugat Ibunya Atas Uang Rp 1,8 Miliar Akan Mengajukan Banding

Tidak Puas, Pasutri Yang Menggugat Ibunya Atas Uang Rp 1,8 Miliar Akan Mengajukan Banding

Berita Aktual, Berita Nasional – Hasil keputusan atas Kasus mengenai gugatan pasangan suami istri, Yani Suryani dan Handoyo Adianto yang menggungat ibunya dengan total nominal uang RP 1,8 Miliar tampaknya tidak dapat diterima oleh pihak mereka. Pasalnya kini mereka kembali mengajukan banding terhadap kasus tersebut kembali.

Setelah apa yang mereka gugatkan secara perdatanya perihal uang miliaran rupiah terhadap sang Ibu yakni Siti Rohaya (83 tahun). Hal ini diketahui bermula dari kasus utang piutang yang ditolak oleh pihak majelis hakim ketika itu.

“Tepatnya pada Senin (03/07/2017) kemarin, memori bandingnya sudah memang diterima oleh pihak Pengadilan Negeri Garut. Dan ini disampaikan langsung juga oleh kedua pasutri Yani Suryani dan Handoyo Adianto,” ucap Humas Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai kepada awak media ketika berada di Pengadilan Negeri Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Rabu (05/07/2017).

Namun saat ini kedua pembanding, kata Raja, hingga saat ini belum ada yang namanya melengkapi berkas memori banding. Sehingga pihaknya hanya bisa terus menunggu kelengkapan berkas memori banding dari pembanding dalam kurun waktu 28 hari kedepan.

“Apabila memori banding telah lengkap maka nantinya akan kita sampaikan kepada terbanding untuk membuat kontra banding,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Yani Suryani yang merupakan pembanding menolak untuk berkomentar banyak terkait hal tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, majelis hakim yang kini diketuai oleh Endratno Rajamai telah menolak gugatan sebesar Rp 1,8 M yang diajukan oleh seorang anak dan menantu yang bernama Yani Suryani dan juga Handoyo Adianto kepada sang ibu Siti Rohaya. Majelis menilai bahwa kedua penggugat tidak mampu dalam membuktikan perkara utang piutang di hadapan majelis hakim.

Sehingga seluruh gugatan mereka ditolak dalam sidang putusan yang di gelar di Pengadilan Negeri Garut pada (14/6/2017) yang lalu, majelis akhirnya menjatuhkan hukuman berupa denda untuk membayar biaya perkara hukum yang timbul sebesar Rp 615 ribu kepada para penggugat.

Related posts