Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Terus Berupaya Diri Bertemu Djarot

Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Terus Berupaya Diri Bertemu Djarot

Berita Aktual, Berita Nasional – Tim Sinkronisasi dari pihak Anies-Sandi telah dibentuk dan kini diketahui Tim besutan Anies-Sandi tersebut ingin melakukan upaya pertemuan dengan pelaksana tugas (Plt)Gubernur DKI yakni Djarot Saiful Hidayat dalam rangka pembahasan mengenai program visi-misi Gubernur dan juga Wakil Gubernur Terpilih, dimana adanya rencana APBD DKI 2018 akan dibahas penyelarasannya kedalam anggaran APBD 2017.

Namun sejauh ini terlihat Djarot enggan untuk berjumpa dengan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi dalam upaya diskusi mengenai program kerja, Terkait diluar itu sewaktu dikonfirmasikan oleh awak media tentang kebenarannya dengan Djarot, beliau mengatakan dirinya kini masih disibukan dengan penyelesaian dari beberapa pekerjaan yang wajib untuk diselesaikan. Adapun hal tersebut karena saat ini Djarot hanya memiliki massa tenggang waktu hingga Oktober mendatang.

“Saya masih sibuk, tentunya saya harus fokus untuk segera menyelesaikan beberapa pekerjaan serta kegiatan yang ada,” ungkap Djarot ketika dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (18/05/2017).

Menurut penuturan dari Djarot bahwa dirinya tidak menutup akses dari Tim Sinkronisasi Anies- Sandi dalam memasukan program kerja mereka kedepan RKPD 2018 ataupun kedalam APBD DKI 2018.

Bukan hanya itu saja bahkan saat ini Djarot mempersilahkan untuk Tim Sinkronisasi Anies-Sandi dalam mendiskusikan hal tersebut melalui DPRD DKI khusunya melalui parpol pendukung Anies- Sandi yakni diantaranya fraksi PKS dan juga Gerindra.

Selain itu Djarot juga mengatakan bahwa pihak DPRD juga memiliki akses dalam melakukan penyusunan anggaran, oleh sebab itu akan jauh lebih baik bila sinkronisasi visi misi Anis-Sandi disalurkan melalui usulan ke parpol yang mendukungnya di DPRD DKI.

“Ya disampaikan saja kesana nantinya, sehingga kami juga bisa tetap memfokuskan diri. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah yang namanya bongkar pasang ditengah jalan , awalnya kan sistem sudah berjalan sehingga dirinya dan juga beserta jajaran Pemprov DKI lainnya tidak berani untuk mengubah sistem tersebut.

“Sistem e-budgeting dari awal kan memang sudah dijalankan, nah bila dirubah ke bentuk manual lagi pastinya sudah tidak transparan lagi itu semua terlebih lagi tidak bisa dikontrol secara transparan oleh seluruh masyarakat. Nah proses seperti ini jugalah yang ingn kami sampaikan kepada eksekutif. Tolonglah untuk dipatuhi dan jangan dilanggar,” tegasnya.

Related posts